Archive for February, 2009

PekNggo (Ngepek Tonggo) – social review

Posted in My Way with tags , , , on February 9, 2009 by pamukti

hari ini saya bertandang kerumah sahabat saya. saya di minta ngebantu bout gifts buat someone specialnya. ternyata saya di  suruh editing foto. sambil melihat foto dan berdiskusi baiknya di gimanain dia bercerita ttg dilema yg di alaminya.

begini ceritanya:

awal mula perkenalan yaitu 2 tahun yg lalu. sahabat saya (sebut saja M) yg aktif dalam organisasi ikut dalam kepanitian acara HUT RI yg di laksanakan di lingkungannya. acaranya ya seperti di tempat2 lainnya. di sana lah M bertemu seorang gadis (sebut saja si C) dan langsung jatuh hati (menurut saya sih mungkin baru rasa tertarik saja). cerita pun berlanjut dengan diam2 dan perlahan2.

sebagai cowo dia pingin ngasih sesuatu di ulang tahun si C yg ternyata jatuh di bulan februari. M memberikan jilbab, buku, bunga dan tidak lupa kartu ucapan (wuiiiihhhh… mantab kali). dgn pemberian tsb teman si C menjadi heboh (siapa cb yg gak heboh ketika temannya di kasih jilbab – serius mode on). saya kaget sekaligus salut dgn sahabat saya. sampai saat ini saya blm berani membelikan jilbab kepada sesorang yg saya sukai. karena bagi saya jika memberikan jilbab berarti saya sudah memasuki tingkat selanjutnya.

banyak teman si C yg kaget, tersentak dan termangu – red. bayangkan apabila seorang cewek di kasih jilbab berarti si cowok benar2 serius dgn perasaannya. banyak teman2 si C ingin tau siapa sih yg ngasih jilbab? kok berani bener?

cerita berlanjut….

sebagai cowo, pasti lah kami mencari tahu sesuatu ttg hal2 yg related dgn orang yg kita sukai. mis: hobbynya, sesuatu kesukaannya, kebiasaannya. usut punya usut karena jogja sempit, si C ternyata temannya si A yg jg mantan teman SMU si M. dengan mengetahui info tersebut M semakin mudah untuk mencari tau lebih banyak ttg si C. dengan tambah dekatnya mereka berdua, hub. mereka menjadi semakin serius. tp dalam tahap ini si M blm menyatakan rasa sukanya meskipun si C sudah tau dan merespon positif.

di bulan ini si C di wisuda (selamat y..) dan juga merayakan ultahnya yg ke-23. makanya si M mau memberikan sesuatu yg lain. saya usulin buat ngegambar si C tp si M blm bisa (malah nyuruh buat ngambarin…). dgn rencana yg matang dia pingin memberikan foto si C di waktu acara “sepeda santai” dengan di bingkai warna romantisme (hahaha). gak2, yg bener di bingkai dng pigura setelah di edit sana sini supaya lbh berkesan.

namun dalam obrolan, saya menangkap bahwa hub. mereka masih sangat rawan, beresiko dan banyak hal yg di pertaruhkan.

korek punya korek, ternyata hub. mereka ternyata sangat sulit.

  1. orangtua si C sangat Agamis dan punya prinsip gak ada yg namanya pacaran
  2. kedua orang tua mereka sudah saling kenal
  3. mereka sering terlibat dalam suatu acara bersama2 – gosip mulai tersebar luas
  4. keduanya masih blm siap ke jenjang yg lebih serius
  5. keduanya masih takut ttg. konsekuensi yg di terima jk hub. mereka berdua menjadi serius dan kemudian gagal di tangah jalan (konsekuensi sosial).

sampai saat ini keduannya masih malu2 kambing dalam menjalani kehidupan mereka. hanya dalam event2 tertentu mereka dapat bertemu. seperti dalam acara kepemudaan, rapat pemuda, arisan pemuda dll. si M masih ragu apabila harus datang kerumah maupun ke kampus si C dgn mksud pribadi atau personal.

jika saya melihat foto mereka berdua, kelihatan bahwa si C orangnya kalem dan agamis dan juga tipe kesukaan si M (si M sukanya ama yg nyempluk, agak berisi, terus putih)… peace bro!!! dalam foto mereka berdua tampak masih malu2 dgn hub mereka. smoga dalam bulan ini hub mereka akan baik dan slalu dalam rahmad ALLAH SWT.

end of the story….

dalam lingkungan kami (di jogja) banyak hal yg perlu dipikirkan sebelum kita melakukan sesuatu. untung – rugi buat diri sendiri, tanggung jwb kepada keluarga dan lingkungan jg diperhatikan. dalam hal “peknggo”, cerita cinta terjalin di dalam ruan lingkup yg sangat sempit yaitu di ruang lingkup bertetangga. saya menilai hub dalam ruang lingkup seperti ini sering menjadi impian banyak orang. banyak hal2 yg bisa menunjang hub yg lebih serius (jika sukses dan berlanjut dlm status pernikahan). seperti:

  1. kedua orang tua sudah saling mengenal sehingga tdk sulit jk ingin berdialog dan sharing bersama.
  2. hub. kedua belah pihak akan semakin erat (dieratkan dgn hub. besan)
  3. mudik lebih mudah (lha cm 1 kampung)
  4. jika terjadi sesuatu terhadap salah satu keluarga, akan lebih mudah informasi yg akan di dapat. dan akan semakin mudah buat di atasi karena jarak yg dekat sehingga kemungkinan besar kedua keluarga akan saling tolong menolong.
  5. jk punya anak, gampang buat bagi giliran (bila kangen ama cucu)
  6. akan terjadi gosip (positif) ttg mereka berdua.

itu yg akan terjadi jika telah menjadi sepasang pengantin. namun jika sesuatu terjadi di tengah jalan dan hubungan tersebut gagal maka banyak konsekuensi yg akan di terima kedua belah pihak. seperti:

  1. hubungan mereka akan semakin renggang dan akan mempengaruhi kehidupan bertetangga.
  2. akan sulit jika mereka berdua terlibat dalam satu acara di mana mereka sebelumnya sudah di kenal sebagai sepasang kekasih. hal ini akan terjadi seumur hidup mereka.
  3. hubungan kedua belah pihak (keluarga) akan menjadi sedikit renggang
  4. timbul gosip (negatif yg menerpa kedua belah puhak, baik secara individual maupun keluarga masing2). konsekuensi sosial yg harus di terima jika hidup dalam lingkup bertetangga.
  5. parahnya lg jika salah satu akan menikah (dgn orang lain) maka akan timbul hal yg sedikit mengganjal karena otomats sebagai tetangga akan di undang dan harus menghadiri acara tsb. akan tetapi di masa lampau telah terjadi sesuatu di dalam hubungan keluarga tersebut.

nah dari pemikiran itulah kedua belah masih takut dan ragu untuk melanjutkan hubungan ke tahap selanjutnya yg lebih kita kenal sebagai “pacaran”. dalam budaya jawa, kita di didik supaya menghargai orang lain, hidup dalam lingkup sosial yg menurut saya pandangan sosial terhadap diri pribadi dan keluaraga sangat di utamakan.

screenshot26

dilemma yg terjadi di antara mereka menurut saya memang harus di hadapi. semakin besar resiko semakin besar pula yg akan kita dapatkan. saya menyarankan supaya lebih berhati-hati dalam melangkah dan mengambil keputusan. banyak hal di pertaruhkan dalam hubungan mereka berdua.

dilemma sosial sering dan pasti terjadi di dalam ruang lingkup kehidupan bertetangga. entah itu sengaja atau tidak. kadang konsekuensi yg kita terima sangat berat (dikucilkan, di gosipin di belakang layar dll). banyak orang yg sangat takut apabila itu terjadi pada mereka. nama baik keluarga yg tercoreng dan pandangan orang terhadap kita akan sedikit banyak berubah.

begitulah kira2 pemikiran saya terhadap kondisi romance nya sahabat saya….

reds on saturday afternoon

Posted in My Way with tags , on February 7, 2009 by pamukti

hari ini bingung mau kemana… terus ujung2 maen ke rumah yg d jln. parang tritis yg berubah menjadi bengkel kecil. disana gak tau mesti ngapain (gak mudeng dgn motor dan tetek bengeknya). sekitar pukul 14.30 saya berniat mengunjungi rumah seorang kawan lama di waktu SMU dulu. rumahnya di imogiri (bantul).

di saat menuju TKP saya berbaringan dengan iring2an motor dgn memakai atribute lengkap salah satu klub lokal (Persiba Bantul). dengan tanpa memperhatikan pemakai lalulintas lain mereka seenaknya berkonvoi ria. karena jalan di penuhi oleh suporter persiba (lebih dikenal dgn nama Paser Bumi) saya minggir dan mengirim pesan singkat kpd sahabat saya untuk memberitahukan bahwa saya akan mampir k rumahnya. ternyata kawan saya blm pulang dari kantor dan akan berniat nonton Persiba. tanpa berpikir lagi saya mengiyakan ajakan buat nonton bareng siaran langsung Persiba Vs Persiku.

saya tiba lebih dulu dan saya mengerjakan ibadah di mushola depan stadion pacar imogiri (home base nya Persiba Bantul). setelah saya selsei kawan saya sudah tiba dan menanti saya. tanya punya tanya ternyata pertandingan sudah berjalan hampir 1/2 babak dan skor sudah 1-0 buat persiba.

image000

saat memasuki stadion terlihat ramai dgn warna merah, warna kostum – home nya Persiba. dr luar stadion terdengar sorak sorai dan nyanyian paserbumi yang dengan penuh semangat mendukung tim kesayangannya. kami masuk tanpa tiket alias gratis cuz pertandingan sudah memasuki babak kedua (lumayan ngirit 6000 perak).

image002

tanpa kesusahan kami masuk dan duduk manis menyaksikan pertandingan bola (dah lama bgt gak nonton bola live dr stadion). kami duduk persis di depan supporter persiku (bazooka). meskipun jumlah mereka sedikit namun mereka tanpa lelah selama 90 menit mendukung persiku dengan alat tabuh (senare ama bass drum).

selama 45 menit babak kedua banyak kejadian yg menurut saya salah satu “ciri khas” sepak bola Indonesia. caci maki supporter, ejekan, sindiran serta bonus pertandingan tinju non professional:). tanpa saya sadari banyak kaum hawa yg ikut pula menyaksikan event ini. entah karena mereka benar2 fans berat Persiba atau hanya ingin nognkrong atau malah hanya ikut2an aja. banyak dari mereka yg usiannya masih sangat muda. saya taksir masih smp atau mentok2 anak smu. dengan dandanan “full custom” yg membuat saya ketawa ketiwi. klo teman saya menyebutnya “rewo” bantul. hahahhaa

image001 image003

back to the game. permain dr kedua tim sangat keras. banyak tackling2 yg berbahaya di sertai diving  protes dr pemain, supporter atau official kedua tim. yang saya kaget terjadi peristiwa pemukulan oleh penjaga gawang persiba terhadap pemain persiku. jelas2 di sengaja. saya heran kok tidak diberi kartu merah. Mungkin wasit takut jg… maklum supporter indonesia terkenal ganas  + anarkis. tak terasa wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir dgn kedudukan tetap 1-0 buat Persiba Bantul. saya segera pulang dan menuju rumah kawan saya.

lagi2 di jalan banyak supporter yg bikin saya kesel. udah posisi pada d tengah jalan.. ugal2an…. tp  dgn cuek + agak ngebut saya melewati mereka. dan akhirnya sampai rumah kawan saya sekitar pukul 18.00 dan langsung menunaikan ibadah (blm mandi, kotor), tp apa boleh buat hrs tetep sembahyang. begitulah cerita saya ketika menonton Persiba Vs. Persiku

Atsiri #1

Posted in My Way with tags , on February 3, 2009 by pamukti

Atsiri, salah satu minyak (bio) yang menjanjikan. cerita ini di mulai beberapa waktu kemarin di saat pertama kali membaca sebuah artikel ttg minyak atsiri dan dilanjutkan surfing buat mengenal lebih jauh. setelah saya amati, ternyata banyak potensi (bisnis) di tambah lg permintaan yg tinggi yg menjadikan bisnis ini sangat2 potensial.

secara individu saya sangat berminat, kemudian demi mendapatkan informasi yg lebih jelas saya bersama beberapa rekan saya datang langsung  ke tempat penyulingan minyak atsiri tsb. lokasinya kurang lebih 40 km sebelah barat kota jogja. tepatnya di pagerharjo, sami galuh, kulon progo.

hujan yg datang dan pergi ( berkali2 copat copot mantel), ban kempes di tambah medan yg sulit (di sarankan jgn k sna klo malam). kami berangakat dari jogja jam 9 pagi. estimasi kami semula akan sampai tujuan sebelum luhuran namun kami sampai tepat jam 12 (dari jam warung tpt kami nitip sepeda motor buat sholat +  beli minuman). dalam perjalanan, kami melihat banyak durian, rambutan di jajakan di pinggir jalan. wah rasanya pingin bgt beli terus d makan… nyam2. ternyata d sana (daerah dekso ato kali bawang) penduduk lokal hampir semuanya menanam pohon buah. jd jgn kaget klo di sana banyak berceceran pedagang buah yg insy d jamin masih seger dan gak karbitan serta jauh dr penipuan.

singkat cerita setelah kami melewati jalan yg indah (awal2nya) kemudian di teruskan dgn medan yg sama sekali tdk kami duga sebelumnya yg hampir membuat kami keringetan + senam jantung kami tiba di depan gang kecil tpt penyulingan tsb berada.

setelah sampai dan menjalankan ibadah kami langsung menuju lokasi. jalannya curam bgt cuy.. ( kata temen yg ikut.. wah untung gak terlalu turun lg.. klo gak aku gak ikut turun aja…). kondisi jalan yg jauh dr bagus, lebar jg pas2 an, banyak lumut, di tambah air hujan… dalam hati cm berdoa  spy gak terjadi apa2. setelah semua yg kami lewati kami mendapatkan lebih dr yg kami harapkan.

singkat cerita kami sudah berbincang dgn Bpk. Susilo pengusaha sekaligus pioner dlm bidang penyulingan minyak atsiri (cengkeh, nilam, kemukus dll). bpk. Susilo bercerita singkat awal mulanya menekuni bisnis yg lebih dr 18 thn beliu keluti. banyak suka duka nya. beliu bercerita panjang eebar dan sempat pula berdiskusi ringan dgn kami. sempet kaget pula.. ternyata beliau orangnya friendly bgt, hampir gak ada yg ditutup-tutup i.

bisnis minyak atsiri sangat fluktuatif ( dollar blm ada apa2nya). harga minyak tsb tdk dpt bertahan di suatu lvl dlm waktu yg lama. kata beliau, periode paling ekstrim terjadi di tahun 2007. saat itu harga minyak atsiri 300 rb / kg tp dlam waktu tidak sampai 4 bln harganya naik di atas 1,2 jeti / kg.. jadi beruntung lah para pengumpul atau orang yg sengaja menyetock minyak tsb d saat murah dan menjualnya di saat harga tinggi. dgn modal 200 jt dlm kurun waktu 4 bln balik nya bisa samapai 800 jt lbh.

dalam kunjungan pertama, kami memang sengaja tidak terlalu jauh mencari info ttg. minyak tsb. ternyata seperti bisnis2 wirausaha lainnya yg “susah”, dalam bisnis tersebut banyak faktor yg harus di perhatikan. para penyuling tdk boleh semata2 mencari untung buat pribadi. petani nilam (suplier bhn baku) yg jg memegang peran penting dlm kestabilan produksi dan harga. klo buat kompetitor dalam bisnis penyulingan saya rasa sudah banyak tp rata2 cm bertahan kurang dr 5 tahun. kata beliau rata2 yg rontok di awal2 itu dr yg modal gedhe atau secara berkelompok (lbh dr 10 orang). beliau jg menambahkan 5 thn awal dlm bisnis ini itu seperti pembelajaran jk sudah lbh dr 5 thn insy bisnis tsb akan terus bertahan. karena sedikitnya produsen, penawaran dan permintaan jd tdk cucok. penawaran sanagat besar permintaan cenderung sedikit. jd banyak pengusaha yg datang dan pergi dlm bisnis ini (datang karena prospek yg sangat menjanjikan, pergi karena tdk dpt mengatur bisnis tsb dgn benar). bayangin aja klo pas harga tinggi produsen bisa untung 100 jt – 1 M / ton . tp klo pas harga turun, produsen bisa rugi jg. jd y itu banyak hal supaya tdk kaget dan bisa “ngemong” petani. saya rasa jika berbicara bisnis in secara mendetail kurang lebih bisa memakan lbh dari 7 hari 7 malam untuk mengenal lebih jauh. jd kampi putuskan untuk pulang di saat jarum jam menunjukan pukul 16.15

oh y kami menempuh rute yg sedikit berbeda dgn rute berangkat. kami memotong kurang lbh 7 km untuk sampai ke kaki bukit lbh cepat. 1 km awal rute nya tdk jauh berbeda rute yg kami tempuh untuk menaklukan bukit ini. namun yg tidak di sangka2 muncul kembali.. trek yg licin, sempit dan sangat sangat curam sekali di sertai hujan yg lumayan deras. dalam hati saya berdoa, baru kali ini saya mendapati jalan yg begitu susah. pantas dlm perjalan pulang kami hanya mendapati sedikit sekali penguna jalan tsb. dan kebanyakan hanya pejalan kaki. jika sedkit saja kami melakukan kesalahan wah gak tau apa yg terjadi nanti. rem harus pakem, konsentrasi penuh dan yg paling penting ada berdoa dan terus berdoa… setelah kurang lbh 30 mnt jantung berdegup kencang dan adrenalin sudah naik sampai ke ujung rambut kami sudah sampai di kaki bukit yg indah di temani sungai dangkal yg masih bersih. kami berinisiatif untuk beristirahat sebentar di pinggir lap. dekso (dewi persik pernah k sini lho). setelah kami merasa adrenalin kami sudah kembali k tpt semula, jantung sudah agak normal dan keringat dingin sudah mulai mengering kami putuskan untuk cepat2 meneruskan perjalan pulang. dan alhamdulliah bisa sampai rumah sebelum isya.

kiranya begitu saja cerita saya hari ini…  mungkin jg ada info lg ttg. minyak atsiri akan saya posting lg.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.